Selamat Datang Era Big Data

1 year ago in General

Saat ini adalah eranya big data. Hal ini didengungkan dimana-mana. Otomatisasi segala aspek mulai dari masalah perbankan yang personal, pembayaran jalan tol hingga pemesanan transportasi dilakukan secara online. Lewat online dan segala otomatisasi ini, tentu akan menghasilkan data. Ilustrasi berikut ini akan memaparkan bagaimana sebenarnya kita sendiri telah turut berkontribusi dari era big data.  

Ilustrasi dari Big Data

Senin pagi, Anisa telat bangun. Sebelum berangkat, ia terlebih dahulu mengecek GPS untuk melihat apakah rute perjalannya macet jika ia berangkat menggunakan mobil dari rumahnya menuju kantor. Setelah ia lihat, jalanan yang ia tempuh cukup padat. Kemudian ia memutuskan untuk berangkat dengan ojek agar hemat waktu, ojek pun ia pesan lewat sebuah aplikasi online. Karena tiba 30 menit sebelum jam kerja dimulai, Anisa mengecek email pribadinya yang tak sempat ia baca selama akhir pekan. Pesan masuknya pun berisi tagihan yang belum dibayar. Tak ingin telat, Anisa pun langsung melunasinya lewat platform online yang tersedia. Impulsif, disalah satu pesan masuknya sedang ada promosi happy hour breakfast salah satu restoran. Melihat jamnya ternyata, masih jam promosi. Kemudian ia pun memesan salah satu menu sarapan tersebut.

Ilustrasi diatas hanyalah sepenggal gambaran dari  keseharian kita. Kini segalanya sudah otomatis, dan juga setiap transaksi yang kita lakukan akan terkumpul menjadi sebuah data yang kini kita sebut big data. Kini, big data menjadi sebuah elemen yang penting untuk membuat keputusan yang tepat sasaran. Bahkan kini, data menjadi sebuah komoditas yang mahal harganya. Namun sebenarnya, apa itu big data secara secara ilmiah?

Menurut Gartner - sebuah perusahaan riset dan konsultan IT di Amerika Serikat, Big Data adalah data dengan ciri berukuran sangat besar, sangat variatif, sangat cepat pertumbuhannya dan mungkin tidak terstruktur yang perlu diolah khusus dengan teknologi inovatif sehingga mendapatkan informasi yang mendalam dan dapat membantu pengambilan keputusan yang lebih baik.

Big Data Secara Teknis

Secara teknis, big data terdiri dari empat dimensi yaitu Volume, Variety, Velocity, Veracity dan Value. Apa maksud dari kelima poin tersebut? Mari kita bahas satu per satu.

  • Volume

Secara literal, volume memiliki arti ukuran. Saat ini, data terus bertambah. Sederhananya dimulai dari kita secara keseharian. jika dulu, kita hanya menggunakan disket untuk menyimpan data. Kini, dibutuhkan hardisk untuk menyimpan data kita. Begitu juga dengan handphone, jika dulu handphone memorinya tak sampai 1gb saat ini ponsel pintar bahkan sudah mencapai ratusan gigabyte. Hal ini dikarenakan perangkat pc dan ponsel sudah semakin canggih, karena bertambahnya sensor-sensor yang disertakan pada perangkat harian, hal ini menyebabkan akan terus mengalirnya jutaan data baru, yang terus ter-update, yang mencakup data-data yang berhubungan dengan lingkungan, lokasi, cuaca, video bahkan data tentang suasana hati penggunanya. Itu baru data personal kita. Bagaimana dengan perusahaan tentu lebih banyak lagi. Saat ini, Facebook menyedot sekitar 500 terabytes data baru setiap harinya; sebuah pesawat Boeing 737 menghasilkan sekitar 240 terabytes data penerbangan dalam satu penerbangan melintasi Amerika.

  • Variety

Variety berbicara mengenai ragam.  Big Data tidak menyimpan data yang berupa angka, data tanggal, dan rangkaian teks. Big Data juga meliputi data-data ruang / geospatial, data 3D, audio dan video, dan data-data teks tak berstruktur termasuk file-file log dan media sosial. Sistem database tradisional didesain untuk menangani data-data berstruktur, yang tak terlalu sering mengalami update atau updatenya dapat diprediksi, serta memiliki struktur data yang konsisten yang volumenya tak pernah sebesar Big Data.

  • Velocity

Clickstreams maupun ad impressions mencatat perilaku pengguna Internet dalam jutaan event per detik; algoritma jual-beli saham dalam frekwensi tinggi dapat mencerminkan perubahan pasar dalam hitungan microseconds; proses-proses yang melibatkan hubungan antara suatu mesin dengan mesin lainnya telah melibatkan pertukaran data antar jutaan perangkat; peralatan sensor dan perangkat-perangkat pada infrastruktur menghasilkan log data secara real time; sistem game online dapat melayani jutaan pengguna secara bersamaan, yang masing-masing memberikan sejumlah input per detiknya.

  • Veracity

Veracity sendiri mengacu pada kekacauan atau kepercayaan dari data. Hal ini berkaitan dengan berbagai bentuk data yang besar, kualitas dan akurasi kurang terkontrol, untuk posting contoh Twitter dengan hashtag, singkatan, kesalahan ketik dan pidato sehari-hari. Big Data dan analisis teknologi sekarang memungkinkan kita untuk bekerja dengan jenis data. Volume sering menebus kurangnya kualitas atau akurasi.

  • Value

mengacu pada kemampuan kita mengubah data kami menjadi nilai. Adalah penting bahwa bisnis membuat kasus untuk setiap upaya untuk mengumpulkan dan memanfaatkan big data. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap buzz dan memulai inisiatif big data tanpa pemahaman yang jelas tentang nilai bisnis itu akan membawa.

Big Data Dalam Keseharian

Dalam keseharian seharian, aplikasi dari big data sering kita temui dimana-mana. Mulai dari teknologi, Jakarta Smarty City, pembayaran parkir yang kini cashless, e-commerce, dan juga pembayaran mesin kasir otomatis (mobile cloud point of sales). Big Data sudah dimulai, dan kita ada didalamnya. apakah kita sudah siap untuk era big data ini?